AUTONOMOUS SHIPS DALAM PERSPEKTIF KEBUTUHAN KEAHLIAN LULUSAN TARUNA PADA SEKOLAH PELAYARAN DI INDONESIA
Abstract
Autonomous ship atau kapal tanpa awak di era digitalisasi sudah menjadi kenyataan, di berbagai negara sudah mulai melakukan pembangunan kapal dengan tanpa awak, diantaranya adalah Norwegia, Jerman dan Jepang. Negara Norwegia dan Jerman sudah mempublikasikan kapal mereka yang dikendalikan dengan menggunakan kontrol jarak jauh dari darat. Ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dalam menyikapi kebutuhan keahlian terkait dengan teknologi kapal tanpa awak bagi lulusan sekolah pelayaran di Indonesia kedepannya yang ingin berkompetisi di dunia internasional. Penelitian ini dengan menggunakan metode kuantitatif, dimana instrumen yang dipakai adalah kuesioner untuk mengumpulkan data terkait dengan kebutuhan kemampuan atau keahlian lulusan sekolah pelayaran dalam rangka menunjang dan mempersiapkkan pembelajaran kedepannya. Data analisis dari kuesioner yang diberikan diperoleh dengan memakai teknik fuzzy delphi bahwa para ahli menerima semua kebutuhan keahlian dengan nilai konsensus melebihi 75% dan nilai d threshold <0.2, dengan ranking pertama dari unsur elemen kuesioner adalah keahlian mengetahui program komputer atau software development hal yang dibutuhkan bagi lulusan taruna pada sekolah pelayaran di Indonesia.
